Sabtu, 07 November 2015

SEMUTLIS UNTUK KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN SEKOLAH



Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah. Sekolah adalah  lembaga formal pendidikan dengan fungsi meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak sebagai bekal dimasa depan. Disekolah anak-anak hidup dari pagi hingga sore terkadang, sehingga perlu diajarkan juga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pendidikan Lingkungan Hidup sekarang ini banyak diajarkan oleh guru-guru disekolah dengan program-program yang diintergrasikan dalam pelajaran. Biasanya sekolah ada kebiasaan piket pagi secara bergiliran, Sabtu bersih kerja bakti dan SEMUTLIS (Sepuluh Menit untuk Taman dan Lingkungan Sekolah).

Sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa. Di rumah kedua inilah mereka menimba ilmu dan mengembangkan diri menjadi lebih baik. Pendidikan yang ada di sekolah ,selain berada di dalam kelas dengan materi-materi pelajaran sesuai dengan kurikulum dan peringkat sekolah bagi siswa tersebut juga perlu ditambah pendidikan lain yang akan mempengaruhi kepribadian para siswa. Maka kebutuhan rumah kedua yang asri adalah sebuah keniscayaan. Rumah yang tertata rapi, bersih, dan asri akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Mereka akan betah berlama-lama dan merindukan rumah kedua ini. Salah satu yang mungkin bisa mempengaruhi kepribadian para siswa adalah kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah baik ruangan kelas maupun halaman sekolah. Untuk membersihkan ruangan kelas bisa di laksanakan setiap hari dengan pembagian kelompok piket. Kerja bakti membersihkan halaman sekolah dan lingkungannya bisa dilaksanakan secara berkala bisa sebulan sekali maupun melihat situasi dan kondisi selama tidak mengganggu proses belajar mengajar, seperti halnya di SMP Negeri 10 Tarakan siswa-siswi sepulang sekolah pada pukul 17.10 wita, 10 menit digunakan untuk program sekolah yaitu SEMUTLIS (Sepuluh Menit untuk Taman dan Lingkungan Sekolah) dimana para guru memberikan arahan kepada siswa sebelum memulai kerja bakti bersama dilingkungan sekolah guna terjaganya suasana yang rapi, bersih dan indah. Coba saja bandingkan, antara siswa yang belajar di sekolah kotor dan bau, dengan siswa yang belajar di sekolah bersih dan rapi. Bisa dipastikan siswa yang belajar di sekolah bersih dan rapi akan merasakan pembelajaran yang lebih nyaman dan menyenangkan, karena tidak terganggu dengan pemandangan dan bau tak sedap. Dengan adanya kerja bakti maka anak didik akan tertanaman dalam dirinya untuk mencintai lingkungannya sekaligus mendidik mereka bekerja mandiri. Ada sebagian siswa  yang mungkin karena kebiasaan dirumah serba dilayani baik oleh orang tua maupun pembantu maka dengan kegiatan ini akan” dipaksa” untuk mandiri. Itulah manfaat kerja bakti atau Semutlis yang dilakukan oleh para siswa dan guru sore ini (Sabtu, 07/11/2015). Berusaha membuat lingkungan rumah kedua siswanya menjadi lebih bersih dan rapi. Sekarang lingkungan sekolah sudah rapi, indah dan bersih, semua menjadi indah memandangnya. Oh Senangnya.

Dokumentasi Kerja Bakti / SEMUTLIS Sore ini (Sabtu, 07/11/2015) :
























Program Sekolah Hijau
Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk mewujudkan Program Sekolah Hijau antara lain :
  • Membangun apotek hidup di sekolah.
  • Membangun tempat pembuangan sampah di sekolah.
  • Menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis sampahnya.
  • Melaksanakan kegiatan ekstra kulikuler berbasis lingkungan, seperti kelompok hijau, pecinta alam dan sejenisnya.
  • Melaksanakan tata tertib kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
  • Mengadakan gerakan cinta kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah

Kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah merupakan  tanggung jawab bersama dari setiap warga sekolah. Peran guru dan siswa, bahkan orang tua dan LSM sangat berperan dalam pemeliharaan dan perwujudan lingkungan sekolah yang bersih dan  sehat. Dengan kondisi sekolah yang sehat akan melahirkan siswa yang cerdas, bermutu, berwawasan lingkungan serta mampu menerapkan sikap cinta dan peduli lingkungannya di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah 
Untuk menciptakan kebersihan di sekolah, Gurulah yang akan ditiru oleh murid-muridnya, dengan demikian peran guru dalam pencegahan sangat diperlukan dengan tindakan-tindakan yang berupa :
  • Membuat tata tertib kebersihan dan buang sampah sembarangan
  • Memberi contoh membuang sampah pada tempatnya
  • Memberikan nasehat apabila ditemukan pelanggaran membuang sampah sembarangan, 
  • Memberikan reward kepada petugas piket yang rajin dan besih dalam membersihkan kelasnya
  • Membiasakan diri cuci tangan sehingga murid juga meniru

Untuk membuat kebiasaan-kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, perlu adanya Slogan-Slogan sebagai penyemangat Diantaranya  Bersih Pangkal Sehat”, “Kebersihan Adalah Sebagian Dari Iman”, “Jagalah Kebersihan. 

Upaya - upaya yang perlu juga dilakukan untuk lebih meningkatkan kebersihan dan keindahan kelas dan sekolah diantaranya :
  • Kerja Bakti Jum'at Bersih
  • Lomba Kebersihan Kelas
  • Lomba Kekompakan Petugas Piket Kelas

0 komentar:

Posting Komentar